oleh

Pusat Grosir di Otakwa dan Manasari Mulai Dioperasikan

-BERITA-66 views

TIFFANEWS.COM,– Upaya memudahkan masyarakat di Kampung Otakwa dan Manasari dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dan barang-barang, PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) secara resmi membuka pusat grosir dan kios di Kampung Otakwa dan Manasari, yang berada di Distrik Mimika Timur Jauh, pada Jumat (13/11) lalu.

Melalui program pengembangan ekonomi yang bermitra dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan Keuskupan Timika, pembukaan pusat grosir dan kios ini untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat di wilayah Mimika Timur Jauh yang mayoritas adalah masyarakat suku Kamoro, dan juga sebagai realisasi program pengembangan ekonomi oleh PTFI dalam upaya mengembangkan ekonomi masyarakat.

“Tentu kami dari perusahaan berharap hal ini bisa berjalan baik, kebutuhan bahan pokok masyarakat dapat terpenuhi, beberapa kebutuhan lain seperti BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk perahu boat, juga bisa didapatkan disini, karena selain kios juga ada Pom Mini untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk masyarakat.” jelas Soni Zonggonao, Superintendent Community Economic Development, mewakili Manajemen PTFI yang hadir dalam kegiatan peresmian pusat grosir di Manasri dan Otakwa.

Peresmian Pusat Grosir dan Kios di dua tempat yang berada di Distrik Mimika Timur Jauh, oleh Pastor Stefanus Sabinus, Kadistrik Mimika Timur Jauh, Yulius Katagame, dan perwakilan PTFI, Soni Zonggonau. (Foto : Ist)

Pembangunan pusat grosir dan kios di dua kampung di wilayah Mimika Timur Jauh sengaja dipilih untuk memudahkan masyarakat di wilayah pesisir dalam memenuhi kebutuhan ekonomi tanpa perlu pergi jauh ke kota Timika  yang menghabiskan banyak waktu dan biaya juga untuk menghindari resiko di perjalanan.

Pembanguanan pusat grosir di kampung ini juga sebagai bagian dari komitment PTFI dalam rangka  mendukung program pemerintah untuk menjadikan Otakwa sebagai pusat ekonomi di wilayah Timur yang manfaatnya akan melayani masyarakat dari distrik Agimuga, distrik Jila, dan kampung kampung di sekitar distrik Mimika Timur Jauh.

Pusat gorsir dan kios ini menjual barang-barang keperluan sembako, sarana nelayan (jaring, cooler box, motor tempel, ketinting) material bangunan, benda rohani, es batu, alat alat sekolah, pakaian, hingga bahan bakar.

Kepala Distrik Mimika Timur Jauh, Yulius Katagame mengungkapkan dengan dibangunnya pusat grosir dan kios ini sudah sejalan dengan apa yang direncanakan pemerintah, yaitu pemerataan ekonomi dan penguatan ekonomi kampung.

“Maka dari itu pemerintah daerah sangat mendukung didirikannya kios kampung ini. Dengan bantuan dari Freeport yang berkolaborasi dengan Gereja Katolik Keuskupan Timika dalam program ini, saya yakin kedepannya akan menjadi lebih baik. Masyarakat saya di kampung ini bisa memenuhi kebutuhan keseharian mereka dengan harga yang sama dengan di tempat lain (di kota), semua yang mereka butuhkan ada disini.” ungkap Yulius.

Petugas Koperasi Maria Bintang Laut melakukan penghitungan data barang-barang yang dijual di pusat grosir dan kios. (Foto : Ist)

Benyamin Meo, selaku Pimpinan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) menjelaskan, KMBL adalah perpanjangan tangan dari Gereja Katolik Keuskupan Timika, yang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memelihara kampung.

“Kedepannya untuk menjual hasil tangkapan ikan juga tidak perlu jauh-jauh dibawa ke pedagang di kota, kami di kios siap membeli dengan harga yang sama dengan tempat lain. Masyarakat bisa bawa hasil tangkapan ikan, karaka dan lain-lain, kami siap menampungnya.” kata Beny Meo.

Peresmian pusat grosir dan kios ini diawali dengan pemberkatan oleh Pastor Stefanus Sabinus dari Paroki Mapurujaya, dilanjutkan dengan gunting pita yang dilakukan bersama oleh Kadistrik Mimika Timur Jauh, Yulius Katagame,Valentinus Mitowo, bersama masyarakat setempat. (* bn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed