oleh

Putra Asli Papua, Erick Thohir Tunjuk Claus Wamafma Sebagai Direktur PT Freeport Indonesia

TIFFANEWS.COM,-  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Claus Wamafma sebagai direktur di PT Freeport Indonesia (PTFI), Senin (17/2/2020).

Claus Wamafma putra asli Papua yang juga alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini telah merintis karier selama 20 tahun di PTFI khususnya di bagian pergudangan.

Claus Wamafma

Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan di jajaran direksi, Claus Wamafma menjadi perwakilan holding BUMN pertambangan Mind ID di Freeport Indonesia.

“Dia putra Papua yang sudah berkarir selama 20 tahun, dari bawah, dan diusulkan pemerintah ,” ujar Arya seperti dilansir dari Antara, Senin (17/2/2020).

Claud Wamafma merupakan putra asli Papua pertama yang menduduki jabatan Direktur PTFI. Dia menamatkan pendidikan hingga jenjang menengah di Jayapura, kemudian meraih gelar Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung pada 1998 dan meraih gelar magister pada 2009 di kampus yang sama.

Karir di Freeport Indonesia dimulai melalui graduate programme pada 2009. Dia menjabat General Superintendent- Warehouse yang bertanggung jawab untuk mengembangkan pergudangan dan distribusi untuk mendukung operasional tambang.

Pria kelahiran Manokwari 23 Juni 1973 ini, menduduki posisi Manajer Supply Chain – Warehouse Distribution Freeport pada 2011-2014 lalu dan pada 2011-2018, menduduki posisi Vice President Community Development. Pada 2018, diangkat menjadi Senior Vice President CSR, Partnership Funds & Community Development Freeport Indonesia.

Selama 2007 hingga 2011, ia terlibat dalam Team Perunding Perjanjian Kerja Bersama antara Freeport dengan Serikat Pekerja.

Kepercayaan Pada Orang Asli Papua

Direktur Papua Circle Institute, Hironimus Hilapok memberikan apresiasi yang tinggi kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir atas kepercayaan yang diberikan kepada Putra Papua atas nama Claus Wamafma dalam mengisi posisi Direktur pada PT Freeport Indonesia.

 “Kami berharap penunjukan Claus Mawafma ini akan memberikan manfaat kepada masyarakat Papua sebagai pemilik sumber daya tersebut,” kata Hironimus Hilapok yang dihubungi tiffanews.com, Rabu (19/2).

Menurut Hiron, sudah saatnya Orang Asli Papua diberi peran untuk ikut membangun bangsa Indonesia baik dalam bidang pemerintahan maupun dalam jabatan-jabatan non-pemerintahan.

Dalam bidang pemerintahan misalnya menjadi pejabat eselon I maupun II dalam kementerian lembaga, menjadi duta besar Indonesia, menjadi karyawan BUMN dan lain sebagainya, sedangkan jabatan-jabatan non-pemerintahan seperti direksi dan komisaris BUMN, jabatan pada badan-badan non-departemen maupun tenaga-tenaga profesional pada lembaga Legislatif, Eksekutif maupun yudikatif.

“Jabatan-jabatan dimaksud sepenuhnya bukan sebagai sebuah tindakan afirmatif kepada orang asli Papua untuk meredam isu Papua tetapi konsekuensi sebuah bangsa yang besar dan pluralis, peran-peran membangun bangsa sudah harus melibatkan semua unsur termasuk orang asli Papua,” tegas Hiron.  (*Bn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed