Serafi Anelies Unani: “Saya Bangga Bisa Berlari di Atas Tanah Sendiri

Marcel
Sprinter asli Papua dari Tim Jawa Timur, Serafi Unani saat diskusi Daring. (Foto : Tangkapan Layar/Oktafani)

TIFFANEWS.COM – Sprinter berdarah Papua andalan tim Jawa Timur (Jatim), Serafi Anelies Unani mengaku bangga dan bahagia bisa bertanding dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Bumi Cenderawasih.

Dia mengatakan, “memang saya tidak membawa nama Papua ,tapi saya bangga sebagai perempuan Papua yang berlari di tanah sendiri.”

Serafi Anelies Unani merupakan sprinter alias atlet lari asal Papua yang lahir, menetap dan bekerja di Jawa Timur. Serafi lahir di Surabaya, 17 Februari 1989. Dia merupakan putri pertama dari tiga bersaudara, anak pasangan Johan Unani dan Margaretha Sanggenafa.

Dalam diskusi secara jaringan (Daring) yang digelar awal pekan lalu, Serafi berharap kelak akan muncul banyak sprinter asli Papua yang mendunia.

“Ada dua hal yang saya syukuri. Pertama adalah menjadi juara Asean Games. Karena itu saya mengukuhkan sebagai perempuan dan pelari Papua pertama yang berhasil menjuarai Asean games. Saya sangat-sangat bangga dan bersyukur untuk hal itu. Yang kedua saya bersyukur juga karena saya menjadi juara bertahan selama 5 tahun berturut-turut sebagai juara nasional sekaligus pemengang rekor estafet,” kata Serafi.

Peraih Emas nomor lari 100 meter putri di Asean Games 2011 itu juga berharap ke depan ada atlet asal Papua lainnya yang bisa mengikuti jejaknya.

Menurutnya, menjadi seorang atlet itu tidak selamanya tentang menang, melainkan bagaimana berjuang dan bisa mengetahui potensi diri.

“Makna berjuang buat saya tidak hanya tentang berusaha meraih sesuatu tapi juga tentang bagaimana kamu tahu tentang dirimu, karna suatu hari nanti kita melakukan sesuatu itu satu karena terpaksa tapi jika kita bisa mengambil hal yang  positif dari berjuang itu kamu akan dapat berkah yang luar biasa, jadi berjuang itu harus dimulai dari cara kalian menerima dan melihat situasi kalian”, ucapnya.

Selain itu, lanjut Serafi, dengan berjuang dan berusaha melihat sesuatu yang positif di dalam diri, serta berdoa pada Tuhan, niscaya kita akan menikmati berkah Tuhan yang luar biasa adanya.

“Saya berharap untuk adik-adik saya dan untuk atlet-atlet muda PON Papua ini dengarkan saya. Jangan pudarkan mimpimu karena sebuah kegagalan. Karena kegagalan itu sebuah proses yang harus dilewati untuk mewujudkan mimpi”, kata Safari.

“Seorang atlet ribuan kali kalah sebelum bisa menjadi juara agar kita dapat menghargai sebuah presentasi, kemenangan dan bahkan dengan proses itu kita dapat menghargai saingan kita,” pesannya lagi.

Serafi juga menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena Papua menjadi tuan rumah PON XX.

“Ini yang kita tunggu-tunggu. Ini sejarah buat Papua. Disini atlet-atlet akan berpesta dan harapannya semua bisa memberikan prestasi terbaik bahkan mengukir prestasi terbaiknya di tanah Papua ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, atlet Papua adalah berkat bagi orang lain, sehingga dimana pun berada harus menunjukan yang terbaik.

“Sebagai atlet berdarah Papua, saya ingin kalian melihat bahwa dimana pun kalian itu adalah berkat. Atlet Papua itu berkat, anak Papua itu berkat,” katanya.

Saat ini dirinya sedang menanti penyelenggaraan PON sehingga sebagai anak Papua merasa bangga bermain di tanahnya sendiri.

“Sebagai keturunan Papua dan atlet  perempuan Papua yang pernah membuat  bangga di lintasan, saya sangat menantikan untuk main di Papua, di tanah saya,  sebelum saya gantung sepatu. Memang saya tidak membawa nama Papua ,tapi saya bangga sebagai perempuan Papua yang berlari di tanah sendiri,”papar Safari.(CR6/Cel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tujuh Mahasiswa UMSU Perkuat Sumut di PON Papua

TIFFANEWS.COM,- Tujuh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) turut menjadi bagian dari kontingen Sumatera Utara untuk menghadapi Pekan Olahraga nasional (PON) XX di Papua. “Kami bangga karena para mahasiswa bisa terpilih mewakili Sumut dalam ajang kompetisi olahraga akbar PON XX di Papua,” kata Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani di Medan, […]
Instagram did not return a 200.
Translate »