oleh

Sistem Daring Jadi Alternatif Bawaslu Papua Pada Pengawasan Pilkada

TIFFANEWS.COM-Sistem daring atau online menjadi langkah alternatif yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Papua  dalam pengawasan Pilkada serentak yang akan dilakukan di 11 Kabupaten di Provinsi Papua pada tahun 2020.

Komisioner Bawaslu Provinsi Papua, Ronal Michael Manoach, sesuai jadwal secara Nasional dimana Pilkada serentak ini  akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 nanti.

“Jadi seperti kita ketahui bersama bahwa di Provinsi Papua ada 11 Kabupaten yang akan mengikuti Pilkada nanti,” ungkap Ronal ketika dihubungi via telepon selulernya semalam.

Menurut Ronal, sistem daring atau online sebagai alternatif pihaknya di Bawaslu Papua pada pengawasan Pilkada di 11 Kabupaten di Papua pasalnya situasi sekarang sedang diperhadapkan dengan wabah virus korona.

“Pilkada kali ini kita diperhadapkan dengan pandemi Covid-19. Dari data kami  dari 11 Kabupaten yang ikut di Pilkada serentak nanti, ada 6 daerah yang masuk zona merah penyebaran Covid-19 yakni, Kabupaten Nabire, Keerom, Merauke, Boven Digoel, Supiori dan Waropen,” terang Ronal.

Untuk itu pihaknya berharap harus ada keseriusan dan berhati-hati agar Pilkada serentak di 11 Kabupaten di Papua tersebut tidak akan menjadi kasus baru dalam penyebaran Covid 19, apalagi ini sifatnya langsung.

Ronal menyampaikan, bawaslu sendiri dalam persiapan melaksanakan tugas pengawasan akan tetap memperhatikan  prosedur  kesehatan Covid-19 baik dari sisi pencegahan maupun penanganannya.

Sementara untuk persiapan internal Bawaslu Papua sendiri kata Ronal, telah mendistribusikan vitamin, masker, handsanitizer, sarung tangan steril, juga edukasi pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari Penyebaran Covid-19.

Lanjut Ronal,berkaitan dengan pengawasan pada setiap tahapan, Bawaslu sendiri akan memaksimalkan pencegahan lalu pengawasan berkala juga pengawasan melekat. Apabila telah dilakukan tetapi masih terjadi pelanggaran maka Bawaslu akan menindak.

“Persiapan yang sudah kita lakukan di Bawaslu adalah meningkatkan aktivitas pengawasan secara daring. Apalagi  pembatasan aktivitas dan transportasi udara dan laut yang di tutup sehingga Bawaslu tidak bisa  turun langsung ke 11 Daerah yang ikut Pilkada ini, sehingga masing masing divisi di Bawaslu Papua terus melakukan berbagai kegiatan baik internal dan eksternal,”tutup Ronal.(ans)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed