oleh

Steve Mara : “Kita Harus Memiliki Teman yang Mendukung Kita”

-SOSOK-465 views

TIFFANEWS.COM,- Tokoh muda dari Papua Inspirasi Steve Mara, dihadirkan sebagai salah satu narasumber We-Talkshow the Series,  Kementerian Luar Negeri yang bertajuk “Indonesia Muda untuk Dunia”. Selasa, 23 Juni 2020.

Dari sekian dereran nama-nama narasumber, seperti Pemain Sepak Bola Yanto Basna, Runner up 2 Puteri Indonesia 2017 Karina Nadila dan Pelari Serafi Anelies, Steve Mara bukan orang baru dalam pentas insiprasi orang muda. Bahkan, jika ia tak hadir, akan menimbulkan tanda tanya, gerangan apa Steve tak tampil, padahal ia banyak diidolakan anak muda. Ia harus berceritra bagai bintang yang menunjuk arah, kemana kaki harus melangkah.

Ternyata benar. Steve bukan saja narasumber yang dinanti-nantikan, tapi dia juga lah yang pertama diberi kesempatan oleh Jurnalis Kompas TV Yasir Nene Ama yang memandu acara malam itu, untuk bicara pertama kali.

“Kaka Steve, gerangan apa yang membuat anda begitu mudah meraih prestasi dalam usia yang sangat muda?” Kira-kira itu pertanyaan Yasir ke Steve.

“Saya baru mulai bangkit, waktu saya mahasiswa S-1. Waktu awal menjadi mahasiswa, saya termasuk mahasiswa yang suka turun ke jalan, sering berdemonstrasi menyuarakan aspirasi rakyat. Tapi setelah berjalan waktu, saya makin sadar bahwa saya harus meningkatkan kapasitas saya. Tidak mungkin saya terus di jalan,” kata Steve membuka percakapan.

Sejak saat itu dia mulai mencoba hal lain, misalnya dengan menulis. Dari menulis kemudian membuatnya menjuarai beberapa kali lomba menulis. Dari capaian demi capaian. ia semakin bertekad untuk menunjukkan bahwa dirinya bukan seperti yang dipikirkan banyak orang.

Steve kemudian mengatakan, setelah S-1, ia melanjutkan ke S-2 di  Universitas Pertahanan. Dia berbangga menjadi mahasiswa di sana, karena kampus ini merupakan satu-satunya kampus pertahanan di Indonesia.

“Menurut saya ada bidang-bidang yang dipelajari di kampus ini yang tidak kita dapatkan di luar. Seperti saya, saya belajar di program studi perdamaian dan revolusi konflik,” ujarnya,

Steve menjelaskan, selama mahasiswa, telah banyak hal yang dia lakukan dan banyak pula kegiatan yang diikutinya. Selain menjurai beberapa kali lomba menulis, dia juga  banyak memimpin delegasi pemuda dalam pertemuan nasional dan internasional. Dia memang sangat tertarik dengan kegiatan diplomasi.

Bagi Steve, kemampuan diplomasi ditambah dengan pengetahuannya tentang resolusi konflik, maka sangat klop. Baginya, walau konflik  tak bisa dihindarkan, jalan kekerasan bukanlah jalan untuk menyelesaikan konflik itu. Diplomasi adalah jawabannya.

“Kalau kita lihat situasi masyarakat Indonesia saat ini, banyak selaki konflik yang terjadi antara masyarakat dengan masyarakat atau disebut konflik horizontal, tapi juga ada konflik antara masyarakat dan pemerintah yang disebut konflik vertikal. Saya belajar resolusi konflik saya kira sangat cocok. Konflik apapun harus diselesaikan dengan dialog,” ujar pemilik moto “Aku untuk bangsa” ini.

Kalau dirunut prestasinya, maka prestasinya yang terakhir adalah terpilih memimpin delegasi Indonesia dalam siding PBB yang berlangsung di Ubeskistan. Saat itu, ia  menjadi satu-satunya anak muda Indonesia, yang berada di Model United Nations (MUN), ajang bergengsi simulasi sidang PBB. Perhelatan ini memang sangat terkenal dan digandrungi anak muda dari seluruh dunia.

Sebelum mewakili orang muda Indonesia dalam sidang PBB, beberapa kali Steve harus tampil dalam berbagai pertemuan untuk mempertanggungjawabkan argumentasinya yang dia tulis untuk kepentingan perlombaan.

Sebut saja, saat ia menjadi pemenang artikel “Nasionalisme dan Etnonasionalisme di Papua, Ideologi Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa”, ia harus mempresentasikan di Universitas Gajah Mada pada hari sumpah pemuda 2018. Artikel lain yang mendapat juara antara lain “Optimalisasi Generasi Y Dalam Sistem Pertahanan Negara”,  “ Optimalisasi Wajib Pajak Dalam Memperkuat Sistem Pertahanan Negara” dan “Kalibrasi Sistem Pertahanan RI bagi Generasi Y Dalam Menghadapi Ancaman Narkoba”.

Untuk prestasi, Steve tidak diragukan lagi. Tapi apakah semua itu hanya karena faktor keberuntungan semata ? Ternyata tidak. Malam itu Steve mengatakan bahwa semua itu butuh perjuangan. Tapi lagi-lagi, katanya, semangat berjuang bukan hanya miliknya atau pun segelintir orang saja, setiap orang bisa menempuh jalan itu.

“Saya masuk di Universitas Pertahanan tahun 2017. Saya test tapi saya gagal. Saya pulang ke Papua lagi. Test yang kedua baru saya diterima. Ini menunjukkan bahwa tidak ada kebijakan khusus yang diberikan kepada kami dari Indonesia Timur atau dari Papua. Seringkali teman-teman dari daerah lain bilang, “ini anak bisa karena ada kebijakan khusus yang mendorong dia”. Ternyata tidak,” ucap Steve.

Dia menjelaskan, begitu banyak orang muda dari belahan timur Indonesia yang memiliki prestasi, tapi mungkin saja tidak banyak yang melihat. Lanjutnya, Indonesia terdiri dari beragam latar belakang suku dan agama yang berbeda, yang perlu juga untuk dipahami,  bahwa ternyata Indonesia itu unik.

“Kita harus tunjukan pada Indonesia, pada dunia bahwa ini loh Papua, NTT, Maluku yang punya prestasi berbeda dengan yang lain,” ujarnya.

Menurut Steve, dalam hidup ini orang juga harus menyadari lingkungan tempat dimana dia tumbuh dan berkembang. Dia memberi contoh, di Universitas Pertahanan, dirinya memiliki teman-teman yang saling mendukung satu dengan yang lain. Dukungan ini yang membuat dia dapat menempuh kehidupan lebih baik dari hari ke hari.

“Kita harus memiliki teman yang mendukung kita, untuk mencapai hal-hal besar,” ungkapnya.

Diakhir pembicaraannya, dia mengungkapkan satu reses lain yang perlu ada dalam kehidupan mereka yang berprestasi adalah manajemen waktu dan selalu berniat untuk melakukan hal-hal yang positif.

“Salah satu faktor kunci adalah bagaimana kita bisa mengatur waktu kita dengan baik, melakukan hal-hal positif dan kegiatan-kegiatan yang bisa mendukung kita untuk mencapai hal yang lebih besar.,” ujar Steve. (bn)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed