Torang Bisa!!! Ini Penjelasan Lengkap Yusuf Yambe Yabdi Terkait Progres Terkini PON XX Papua

Marcel
Ketua Bidang I PB PON Papua, Yusuf Yambe Yabdi saat diwawancarai. (Foto : Tiffanews.com/Marcel)

TIFFANEWS.COM – Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 telah dijadwalkan berlangsung pada awal bulan Oktober tahun 2021 mendatang. Waktu yang kian singkat bagi pemerintah Provinsi Papua, Panitia Besar PON (PB PON) serta stake holder terkait mempersiapkan diri demi suksesnya perhelatan olahraga terakbar Empat tahunan itu.

Meski ditengah waktu pelaksanaan PON XX yang kian dekat, tak bisa dipungkiri masih ada polemic yang terjadi, semisal di klaster Kabupaten Mimika yang kepala daerah yang menghentikan persiapan karena merasa ada hal yang belum jelas dan mengganjal.

Berikut penjelasan Ketua Bidang I PB PON XX Papua, Yusuf Yambe Yabdi, petang saat diwawancarai Rabu (09/06/2021), usai Rakor bersama tim Monitoring dari Kemendagri di Sasana Karya kantor Gubernur Papua.

Penjelasan yang sekaligus menambah optimisme seluruh masyarakat Tanah Papua dan Indonesia mendukung sukses PON Papua.

Yusuf Yambe Yabdi menuturkan, sejak awal pembentukan kelembagaan PB PON Papua dengan Badan Hukum dan setelah itu barulah melengkapi fungsi-fungsi didalamnya, sebagaimana yang telah terlihat sudah berjalan dalam bidang-bidnag di PB PON itu sendiri.

Dia tak menampik jika tidak semua orang memiliki pemahaman yang sama seperti yang disampaikan oleh Kemendagri dalam rakor.

Selaku ketua Bidang I PB PON Papua, Yusuf menyebut, bagi pihaknya, adalah yang penting saat ini sudah berjalan onthe track. Dimana sejak awal pengadaan dilakukan di ULP dengan supervisi oleh sejumlah tim pendamping diantaranya BPKP, Kejaksaan dan Polda Papua.

“Jadi contoh kalau setiap ada proses lelang, mereka selalua berkonsultasi apakah harganya wajar. Lalu apakah para penawar itu sudah sesuai bisa dibuktikan pengalaan, sampai mengecek alamat. Jadi proses itu sudah jalan.Sekarang kita tidak bisa bicara kebelakang. Apa yang disampaikan itu proses dibelakang. Jadi apa yang dilakukan oleh PB PON sama dengan Peparnas,” urainya.

Yusuf Yambe Yabdi yang dikenal Low Profile tersebut bertutur, terkait Rakor bersama tim Monev Kemendagri adalah sifatnya mereview apa yang telah dilakukan oleh PB PON dan Peparnas, serta mendapat arahan dari Kemendagri.

“Banyak hal yang perlu kita diskusikan dengan tim Monev Kemendagri ini bagaimana perjalanan dan kebijakan. Seperti waktu yang kian mendesak,” ucapnya.

Ketua Bidang I PB PON Papua, Yusuf Yambe Yabdi mewakili Ketua PB PON mengikuti Rakor bersama tim Monev Kemendagri di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Rabu (09/05/2021). (Foto : Tiffanews.com/Marcel)

Proses Dana PB PON

Terkait kian mepetnya waktu, Yusuf Yambe Yabdi juga menceritakan dengan memberi contoh soal proses dan waktu pemberian dana dari pemprov Papua pada PB PON.

Pemprov Papua, kata Yusuf, memberikan dana hibah Rp.1,5 Triliun pada PB PON pada tanggal 26 Oktober 2020. Sehingga, waktu PB PON untuk penyerapan dana sebanyak itu menjadi sedikit.

“Waktu kami terima uang maka harus bikin terlebih dahulu regulasi dan lainnya. Akhinya dana itu tidak terpakai sampai 2021. Baru kita operasikan dalam proses lelang. Sementara itu juga salah satu yang membuat waktu itu menjadi sempit,” terangnya.

Dijelaskan Yusuf Yambe Yabdi, sebagaimana yang sebelumnya juga telah ia paparkan dalam rakor bersama tim Kemendagri, didalam masterplan Pemprov Papua, anggaran untuk PON XX itu Rp.4,3 Triliun buat PB PON. Sementara, didalam distribusi anggaran dari tahun 2016 sampai tahun 2021, total kucuran dana yang diterima PB PON itu Rp.1,7 Triliun. Sehingga bisa dikatakan kurang setengah dari total Rp.4,3 Triliun.

“Bayangkan kurang dana setengah saja bisa PON tidak jadi, ini kalau mau disebutkan berarti kan dana baru sepertiga dari masterplan yang Rp.4,3 Triliun,” sebutnya.

Solusi permintaan tambahan dana itu, menurut Yusuf Yambe Yabdi, pihaknya di PB PON meminta tambahan Rp,1,7 triliun pada pemerintah Pusat melalui pemprov Papua.

“Kami mengusulkan pada pemprov Papua, tambahannya, lalu pemprov Papua meminta pada Pemerintah Pusat. Soal ini sudah juga diinisasi dari Kemenpora disampaikan pada BPKP Pusat untuk mereview hal-hal apa saja. Itu 20 hari prosesnya dan sudah dimulai dari dari tanggal 2 Juni dan akan selesai pada 22 Juni mendatang. Nanti hasilnya diterima dn difollow up apakah ada kekurangan dari pemprov Papua dan PB PON,” kata Yusuf lagi.

Kewajiban PB PON Berpindah ke Pemprov Papua

Disinggung terkait progres permintaan dana tambahan senilai Rp.1,7 triliun dimaksud, Yusuf Yambe Yabdi menjelaskan, dalam hal ini kewajiban dari PB PON itu sudah berpindah pada Pemprov Papua. Dalam artian, kecepatan permintaan dana tambahan itu masuk ke Papua adalah tergantung komunikasi antara Pemprov Papua dengan Pemerintah Pusat. Bukan lagi PB PON.

“Itu juga yang harus dicermati oleh masyarakat olahraga di Provinsi Papua. Jadi jangan berpikir bahwa uang konsumsi ditahan PB PON. Itu tidak benar,” tuturnya.

Soal dana konsumsi PON. Menurut Yusuf Yambe, itulah juga yang diminta ke pemerintah Pusat. Dia mengingatkan bahwa, PB PON tidak menangani konsumsi PON, melainkan mengusulkan pada pemprov Papua yang meminta pada pemerintah Pusat, untuk dana konsumsi PON sebanyak Rp.775 miliar.

“Kita harapkan, Pemerintah Pusat bisa mengambil kebijakan agar alokasi dana konsumsi itu tidak lagi ke PB PON. Karena waktu sudah tidak lagi memungkinkan. Jadi langsung saja pada Sub PB PON. Itu juga sudah kami sampaikan dalam Rakor, mudah-mudahan ini direspon baik sehingga pembagian urusan itu bisa terdistribusi dengan baik,” harapnya.

Sebab juga, menurut Yusuf Yambe, beban kerja di PB PON sudah banyak. Sehingga, jika anggaran yang turun banyak lagi dari Pusat ini, sebaiknya bisa langsung didistribusi.

“Kan jelas bahwa Pemerintah Pusat kan tidak PB PON Papua. Jadi anggaran itu hanya bisa turun dari pemerintah ke pemerintah. Maka yang idealnya adalah turun dari pemerintah Pusat kepada pemerintah Provinsi Papua atau turun langsung pada pemerintah kabupaten atau Kota, sehingga masing-masing bisa langsung menghibahkan pada Sub PB PON nya. Tinggal regulasinya saja yang diperkuat untuk bagaimana kebijakan dalam rangka percepatan persiapan PON bisa segera dilakukan,” paparnya.

Ketua Bidang I PB PON Papua, Yusuf Yambe Yabdi berbincang bersama ketua DPR Papua, Jhoni Banua Rouw usai Rakor bersama tim Monev Kemendagri di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Rabu (09/05/2021). (Foto : Tiffanews.com/Marcel)

Untuk Pertandingan Tak Ada Masalah

Meski nyebut soal sejumlah kekurangan dihadapi PB PON saat ini. Yusuf Yambe Yabdi mengaku sangat optimis sukses PON Papua. Apalagi, dari bidang pertandingan relative dalam progress yang sangat baik dan tidak ada masalah.

“Makanya saya ingatkan kita tidak lagi bicara “barang-barang” yang mundur dibelakang. Sudah selesai itu. Kita menatap kedepan,” ujarnya.

Ditanya soal sikap Bupati Mimika, Eltinus Omaleng yang menghentikan persiapan PON disana, Yusuf Yambe berujar hal itu bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik dari pemerintah provinsi Papua.

“Saya kira Sebagai Bupati Mimika, apa yang beliau sampaikan adalah hal relative wajar menurut saya. Dia menjaga harkat, martabatnya sebagai pemimpin daerah disana. Oleh sebab itu dia ingin kepastian yang mana kepastian konsumsi dan lain itu tidak ada di PB PON melainkan dari Pemprov Papua,” sebut Yusuf.

“Kembali lagi, kami dari PB PON sudah usulkan pada pemprov Papua dan Pemprov sudah ajukan pada pemerintaj pusat. Kini tinggal bagaimana intensitas dan kualitas komunikasi yang dibangun Pemprov Papua pada pemerintah Pusat untuk kepastian kucuran dana itu.

Nah kalau pergeseran sudah kami upayakan kita rapatkan beberapa hari. Yang bisa digeser anggarannya adalah hanya pada kegiatan dimasing-masing bidang saja sebisanya agar bisa tetap berjalan. Tetapi kalau ekspektasinya terlalu tinggi dari pergeseran bidang-bidang itu harus mencapai apa yang diusulkan, itu yang kitong pu ilmu belum sampai. Jadi itu yang harus dipahami,” urai Yusuf sembari mengakhiri wawancara dengan senyuman khasnya. (Cel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tes Even PON Papua Dijadwalkan Bulan Juli

TIFFANEWS.COM – Ketua Bidang I pada Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua, yang antara lain mengurusi masalah pertandingan dan venue, Yusuf Yambe Yabdi mengatakan, progress dari sisi pertandingan sejauh ini tidak ada masalah, bahkan kian positif menuju hari pelaksanaan PON pada bulan Oktober mendatang. Progress yang positif dari […]
Instagram did not return a 200.
Translate »