Uncen Gelar Ujian Seleksi Penerimaan Mahasiswa JMSB

Marcel
Suasana Ujian Seleksi masuk Universitas Cenderawasih melalui jalur JMSB di Auditorium Uncen Abepura. (Foto : Humas Uncen/Marcel)

Onesimus Sahuleka : Serentak di Enam Daerah, Prokes Tetap Utama

TIFFANEWS.COM – Panitia penerimaan mahasiswa baru Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, secara resmi menggelar ujian seleksi untuk para calon mahasiswa secara mandiri lewat Jalur Masuk Seleksi Mandiri alias JMSB, Senin (05/07/2021).

Ketua Panitia JMSB Uncen 2021, Dr. Onesimus Sahuleka, S.H.,M. Hum, menjelaskan, ujian Seleksi  masuk Uncen melalui JMSB tersebut, dilakukan secara serentak di Enam daerah di Papua, yakni Kota Jayapura, Biak, Serui, Wamena, Nabire, dan Timika, dengan total peserta mencapai 6.647 orang. Di Kota Jayapura sendiri bertempat di Auditorium Uncen kampus Abepura.

Dia kemukakan, seperti diketahui, saat ini penerimaan mahasiswa baru melalui Tiga jalur yakni secara nasional ada dua lewat SNMPTN dan SBMPTN, dan jalur Mandiri yakni lewat dua mekanisme penerimaan melalui SLSB dan JMSB yang sementara digelar.

“Untuk seleksi penerimaan mahasiswa jalur Nasional lewat SNPTN dan SBMPTN serta jalur Mandiri SLSB sudah kita umumkan. Yakni untuk SNPTN diterima 613 peserta, SBMPTN 622 peserta dan jalur SLSB itu ada 1097 orang peserta. Sehingga, total semua mahasiswa yang sudah diterima Uncen saat ini adalah 2332 orang,” ujarnya.

Onesimus Sahuleka yang kesehariannya menjabat Pembantu Rekor (Purek) I, bidang Akademik memaparkan, Untuk tahun 2021, pihaknya di Uncen membuka pendaftaran mahasiwa dan seleksi jalur JMSB ini di enam daerah di Papua, yakni Kota Jayapura, Biak, Serui, Wamena, Nabire, dan Timika.

“Jadi, dihari yang bersamaan saat ini, daerah yang kita sebut tadi juga melaksanakan ujian. Total peserta JMSB dari Enam daerah yang kita buka pendaftaran ini, ada sebanyak 6.647. Ini akan bertambah sebentar sekitar 6700. Yang terdaftar saat ini 6.647. Peserta terbanyak dari Kota Jayapura 6.056 orang, Biak 133 orang, Wamena 137, Mimika 113, Nabire 120 dan di Serui 88 orang,” urai Onesimus.

Disinggung berapa jumlah mahasiswa baru yang akan diterima Uncen lewat seleksi mandiri JMSB itu, Onesimus menyebut sekitar 1.500 orang. Hal itu dikarenakan sejumlah alasan antara lain sarana prasarana berupa daya tampung kampus yang terbatas, keterbatasan, SDM dosen dan lainnya.

“Sehingga untuk daya tampungg Uncen di semua Program studi berjumlah 3500 mahasiswa. Dari ketiga tiga jalur yakni SNMPTN, SBMPTN dan SLSB sudah kita terima 2332 mahasiswa. Berarti, untuk jalur peserta JMSB ini akan kita terima sekitar 1500 orang mahasiswa. Nanti kita lihat jika ada kebijakan pak rektor,” papar Onesimus yang berujar rata-rata semua pilihan prodi di Uncen adalah favorit.

“Saya katakan semua Prodi ini favorit, karena dibidang ilmu sosial banyak. Demikian halnya IPA. Tahun ini dari jurusan IPA meningkat pesertanya sebanyak 3165 . IPS, 2063 peserta dan campuran 888 orang. Memang kalau untuk Fakultas Kedokteran, kita tidak buka lewat JMSB karena hanya lewat seleksi nasional SNMPTN dan SBMPTN. Ini untuk semenara, tidak tahu kedepan bisa seperti apa,” sambung Onesimus.

Dr. Onesimus Sahuleka, SH.,M.Hum,

Terapkan Protokoler Kesehatan Ketat

Onesimus Sahuleka dalam kesempatan itu juga menuturkan, seluruh proses ujian seleksi JMSB Uncen, dilakukan dengan menerapkan protokoler Kesehatan (Prokes) yang ketat. Sehingga, sejak awal pihaknya selaku panitia menerapkan penerimaan dan seleksi di Enam daerah, agar jangan sampai peserta terpusat di Jayapura.

Selain itu, jadwal ujian pun dilakukan dalam dua sesi, yakni mulai pukul 10.00-12.00 Wit dan Sesi kedua mulai pukul 14.00-16.00 Wit.

“Ada Masa rehat karena ada prokes yang wajib dilakukan panitia diantaranya sebelum ujian semua ruangan sudah disemprot, lalu pengukuran suhu tubuh semua peserta yang akan masuk, memakai hand sanitizer dan wajib masker,” bilang Onesimus.

Kaitannya dengan penerapan Prokes itu, Onesimus menyebut, Uncen bekerjasama dengan Dinas Kesehatan.

“Kami apresiasi dari Dinkes Papua yang menyiapkan kita dua unit ambulance dan tenaga kesehatan. Terbagi di kampus Abepura dan dan kampus Uncen di Waena,” sebutnya.

Sementara mengantisipasi adanya peserta ujian yang salah lokasi, menurut Onesimus Sahuleka, pimpinan Uncen sudah membuat kebijakan. Dimana yang peserta sudah membayar biaya pendaftaran dan membawa buktinya, berikut peserta sudah mencetak kartu, tetap  bisa mengikuti ujian dimanapun dari Enam wilayah JMSB.

“Jadi untuk peserta yang daftar di daerah tapi saat ujian ada di Kota Jayapura, mereka bisa tetap mengikuti ujian di Auditorium kampus Uncen Abepura. Begitu pula sebaliknya. Semua kita tetap fasilitasi boleh ikut ujian dimana saja lokasi ujian JMSB dilakukan,” pungkas Onesimus Sahuleka yang diawal wawancara tak lupa memberi apresiasi pada rekan media yang selalu memberitakan informasi akademik dan non akademik di Uncen. (Cel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Jelang PON XX, Dinkes Papua Fokus Vaksinasi di 4 Klaster Penyelengaraan

TIFFANEWS.COM,- Pelaksanaan PON XX di Provinsi Papua di tengah pandemi Covid-19, membawa perhatian masyarakat tentang kesiapan Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Terhitung sejak Maret 2020 Dinkes mefokuskan perhatian pada Protokol Kesehatan guna pencegahan dan pengendalian COVID-19. Untuk maksud itu, Dinkes Papua yang masuk sebagai Panitia Besar (PB) PON Bidang Kesehatan mengadakan […]
Instagram did not return a 200.
Translate »