oleh

Wakil Bupati Yalimo ED Diancam 12 Tahun Penjara

-BERITA-46 views

TIFFANEWS.COM-Wakil Bupati Yalimo, Erdi Dabi (31) kini ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kecelakaan maut yang merenggut nyawa Bripka Christin Meisye Batfeny (36), anggota Polwan Bidang Propam Polda Papua,yang terjadi pada hari  Rabu (16/9) pagi.

Sementara itu, atas perbuatan pelaku ED kini dijerat  dengan Pasal 311 ayat 1,2 dan 5 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dengan ancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara.

Kapolda Papua Paulus Waterpauw menyampaikan, pelaku ED telah terbukti melakukan kelalaian berkendara dalam kondisi dipengaruhi minuman keras  dengan menghilangkan nyawa orang lain.

“Jadi pelaku ED kini ditetapkan sebagai tersangka ini kasus menghilangkan nyawa orang lain dengan ancaman pidana selama 12 tahun penjara,”ungkap Kapolda Waterpauw.

Lanjut Kapolda Papua it, pelaku  positif mengkonsumsi minuman keras dan pelaku mengakui hal itu, bahwa berkendara dalam kondisi dipengaruhi Miras. Hal ini menyusul test alkohol yang dilakukan Kepolisian Resor Jayapura Kota terhadap pelaku.

“Peristiwa ini tentu sangat kita sayangkan, karena kecerobohan yang dilakukan pelaku ini bukan hanya mengancam keselamatan orang lain saja tapi termasuk nyawa dari yang  bersangkutan juga,” ujarnya.

Menurut Kapolda, kasus tersebut akan diproses hingga ke pengadilan. Pada prinsipnya, kasus ini tetap berjalan normal seperti yang diatur dalam UU Nomor 12 Tahun 2009. Apabila menghilangkan nyawa orang lain akibat kelalaian berkendara maka terancam dengan hukuman paling lama 12 tahun penjara.

Kapolda sangat menyesalkan kecelakaan maut itu terjadi. Apa lagi pelaku seorang pejabat publik yang harusnya menjadi panutan bagi masyarakat. Untuk itu ia mengimbau semua pihak untuk tidak melihat latar belakang pelaku. Sebab, apa yang telah dilakukan Erdi Dabi adalah tindakan yang tidak terpuji dan merugikan orang lain.

“Yang perlu kita lihat adalah korban, bukan pelakunya. Oleh karena itu siapa pun pelakunya atau latar belakangnya tetap diproses sesuai aturan undang-undang yang berlaku di negara ini,”ucap Kapolda.

Sementara itu ditanya terkait hak politik dari pelaku yang mana saat ini terdaftar sebagai salah satu bakal calon bupati Yalimo pada Pilkada serentak tahun 2020 kepolda menyampaikan, hal tersebut akan menjadi urusan nanti tapi pihaknya akan fokus pada peristiwa lakalantas.

“Jadi nanti ada  ada pihak yang berkompeten di bidangnya, tapi kita tetap fokus pada peristiwa kecelakaan saja. Saya menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya korban Bripka Christin Batfeni. Dia merupakan salah satu anggota Polri yang sangat baik, loyalitas tinggi dan disiplin. Saya pribadi sangat kehilangan terhadap sosoknya,”tambah Kapolda.(ans).

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed