oleh

Warga Polimak 2 Jayapura Krisis Air Bersih

-BERITA-191 views

TIFFANEWS.COM-Hampir 1 tahun terakhir ini warga di Polimak 2 Kota Jayapura krisis air bersih. Hal ini disebabkan karena debit air yang disuplai melalui sejumlah intake atau bak penampung dihulu sungai Kota Jayapura sudah berkurang.

Selain itu musim kemarau yang panjang dan perambahan hutan sekitar yang dilakukan oleh oknum warga membuat pasokkan cadangan air yang dikelola oleh Perusahan Daerah Air Minum (PDAM)  kini menipis.

Sementara itu menyikapi keluhan air bersih wilayah Polimak 2 Jayapura tersebut Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo langsung mendatangi warga di Polimak 2 dengan menghadirkan Direktur PDAM Jayapura untuk melakukan pertemuan bersama sekaligus mengecek  di tempat intake penampungan air yang ada di depan Toyota Polimak 2 Jayapura.

“Jadi warga di Polimak 2 Jayapura ini keluhkan air bersih yang mana sudah hampir 1 tahun lebih ini sudah tidak mengalir lagi di wilayah mereka. Saya hanya mencoba menfasilitasi saja dengan menghadirkan Direktur PDAM Jayapura untuk mencari solusi bersama dengan warga setempat,” ungkap Abisai Rollo.

Kata Rollo, dari hasil pertemuan tersebut sudah ada jalan keluarnya, pihak PDAM sendiri mencoba untuk mengecek intake yang ada di depan Toyota Polimak 2 Jayapura.Kalau memungkinkan untuk disambung dari situ untuk airnya ditarik  ke warga di sekitar Polimak 2 itu.

Namun apabila tidak bisa disambung dari situ, maka solusai lain yang diberikan oleh pihak PDAM Jayapura dengan menyiapkan dua unit mobil tangki air khusus untuk pelayanan air bersih bagi warga di Polimak 2 tersebut secara gratis.

Pertemuan warga Polimak 2 Jayapura dengan Direktur PDAM Jayapura yang difasilitasi ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo, Jumat (18/9) (Foto Hans Palen/Tiffanews.com)

“Harapan saya semoga warga di Polimak 2 itu bisa mendapatkan air bersih. Tetapi yang jelas sesuai perencanaanya dimana di tahun 2021 mendatang PDAM Jayapura akan mengambil dari sumber air yang ada di Abepura untuk disambung hingga ke warga di Polimak,”tutur Rollo.

Rollo menyampaikan,perencanana anggaran telah diajukan oleh PDAM Jayapura dan telah disetujui oleh bapak Walikota. Pihaknya di dewan tinggal mengetok palu saja untuk menyetujui besaran anggaran yang nanti dibutuhkan.

“Inikan aspirasi masyarakat, sehingga kita harus sikapi. Air ini sangat penting karena itu berkaitan dengan kebutuhan dan keberlangsungan hidup manusia juga,”ujar Rollo.

Sementara itu Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna sangat memahami terkait dengan keluhan warga di Polimak 2 yang mana mereka krisis air bersih saat ini. Namun pihaknya tidak bisa mengelak, pasalnya debit air di seluruh wilayah Kota Jayapura dari sumber mata airnya sudah menipis.

“Jadi sebetulnya bukan hanya warga di Polimak 2 ini yang kekurangan air bersih tetapi juga beberapa daerah lain di Kota Jayapura ini sudah krisis air. Kami akan tetap berupaya agar kebutuhan air untuk warga di Polimak 2 ini tetap terpenuhi kedepannya,”ucap Sutisna.

Lanjut Sutisna, saat ini pihaknya di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura memberikan kompensasi air bersih gratis kepada pelanggan yang taat membayar tagihan tiap bulannya.

Hal ini akibat dari krisis air yang tak mengalir ke warga, kompensasi ini sudah dilakukan sejak 3 bulan lalu. Bahkan pihaknya di PDAM Jayapura telah menyiapkan 2 unit mobil dengan kapasitas 4.000 liter yang bisa membagikan air secara gratis, atas dasar permintaan dari kepala cabang di wilayah yang terdampak krisis air.

Sutisna mengklaim penurunan debit air di Kota Jayapura dan sekitarnya dikarenakan faktor alam. Salah satunya karena curah hujan berkurang dan kerusakan parah pada intake Kampwolker, karena penebangan hutan secara liar, sehingga kondisi air tak ada. Hal serupa juga terjadi di intake Entrop.

Bahkan permasalahan berkurangnya debit air telah disampaikan kepada DPRD Kota Jayapura. Para anggota dewan bahkan telah melihat langsung kondisi air saat ini yang sangat minim di sumber mata airnya langsung.

“Ada penyebab lainnya adalah pengelolaan air minum di Kota Jayapura tidak sepenuhnya dilakukan PDAM, artinya masih ada pihak lain yang juga menggelola sumber air untuk kepentingan pribadi, kelompok maupun untuk usaha.Untuk warga di Polimak 2 ini kita sedang carikan solusi terbaiknya, mudah-mudahan bisa teratasi segera. Kalau pun tidak bisa diakali lagi, maka kami akan menyalurkan air bersih kewarga ini dengan 2 unit mobil tangka air yang sudah disiapkan,”tambah Sutisna.(ans).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed